Minggu, 14 Desember 2014

ODOJ Solusi Minat Baca Rendah di Indonesia

rois

          Indonesia adalah negara majemuk dan merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak didunia. Menjadi sangat menarik ketika kemajuan sebuah negara diukur berdasar tinggi rendah minat baca penduduknya. Jumlah penduduk dan penyebaran penduduk di Indonesia yang tidak merata, kualitas pendidikan dan tingkat ekonomi yang masih rendah perlu menjadi sorotan utama mengapa kemajuan negara Indonesia secara umum “serasa” berjalan ditempat.
            Kita tidak bisa menampik bahwa minat baca penduduk Indonesia masih rendah jika dibanding dengan negara-negara lainnya. Sebut saja Singapura sebuah negara kecil yang mungkin hanya berukuran sebesar Kota Kediri, disana sangat mudah kita temukan orang menunggu bus di halte sambil membaca buku, didalam monorail ataupun di tempat-tempat umum lainnya. Menariknya, kebanyakan dari mereka adalah anak muda. Kalau kita bandingkan dengan di Indonesia akan sangat nampak perbedaannya.
            Pemuda sangat berperan dalam kemajuan sebuah negara, karena dalam diri merekalah masa depan sebuah negara ditentukan. Sebuah komunitas whatsapp terbesar di Indonesia, ODOJ (One Day One Juz) yang notabene didirikan oleh anak-anak muda asli Indonesia bisa menjadi contoh bagaimana anak-anak muda berperan penting dalam meningkatkan minat baca dalam suatu negara. Komunitas membaca Al Quran terbesar di dunia ini, bisa menjadi solusi rendahnya minat baca di Indonesia.
            Membaca Al Quran setiap hari 1 juz bukanlah perkara yang mudah jika kita mempunyai banyak kesibukan diluar sana. Dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, kita bisa membaca Al Quran dimanapun kita berada tapi tidak di tempat-tempat yang kotor dengan menggunakan gadget atau smartphone yang kita miliki. Hal ini juga bisa mengurangi dampak negatif penggunakan smartphone dikalangan anak muda. Membaca Al Quran juga dapat mengatasi merosotnya kualitas moral anak-anak muda Indonesia yang menjadi sorotan di banyak media era ini.
            ODOJ merupakan solusi yang baik untuk meningkatkan minat baca di Indonesia terutama dikalangan anak mudanya. Buat yang tertarik buat gabung bisa kunjungi http://onedayonejuz.org/

(iSam)

Jumat, 31 Oktober 2014

Pemimpin Tahan "Bully"er

rois
(detik.com)
Mengkritisi pemerintah merupakan suatu hal yang wajar di era kebebasan berpendapat seperti jaman sekarang. Namun suatu hal yang tidak wajar jika kritik disampaikan dengan cara-cara yang tidak etis. Jaman sekarang ini orang sudah sangat "kreatif" dalam menyampaikan aspirasi mereka. Aksi jahit mulut hingga bertelanjang badan dan turun ke jalan sudah membumi sekarang. Nah, disinilah saya bingung dengan jalan pikiran mereka. Dengan sengaja mereka medzolimi badan mereka. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan? Apakah dengan cara-cara itu pemerintah akan merasa iba, kasihan atau bahkan sebaliknya. 

Di era digital seperti sekarang ini, mengkritisi pemerintah bisa dilakukan dengan lebih mudah dan tak perlu mengeluarkan banyak energi untuk berpanas-panasan di jalan. Kritik bisa disampaikan tanpa ada batasan-batasan. Tanpa harus memikirkan jarak yang jauh atau biaya yang nantinya dikeluarkan. Dengan satu kali klik saja, aspirasi yang kita sampaikan dapat didengar dan diketahui banyak orang di dunia. Namun satu hal yang perlu kita sesali di era kebebasan berpendapat seperti sekarang, khususnya di Indonesia. Kita semua mengetahui bahwa ada seorang tukang sate yang "menghina" presiden baru kita, Bapak Ir. H Joko Widodo dan saat ini dia dipenjara akibat tindakannya. Menurut saya ini adalah satu bentuk kemunduran bagi kebebasan berpendapat di Indonesia. Ada satu artikel yang saya kutip dari http://boomee.co/2014/10/heboh-penangkapan-tukang-tusuk-sate-penghina-jokowi 

"Sejak Selasa (28/10) di linimasa Twitter banyak diperbincangkan berita penahanan MA (24) pemuda asal Ciracas, Jakarta Timur di Markas Besar Polisi Republik Indonesia karena dituduh menghina Presiden Joko Widodo di media sosial Facebook. Penahanan tukang tusuk sate ini telah dilakukan sejak Kamis (23/10). Penahanan MA ini membuat memunculkan pro dan kontra di kalangan pengguna Twitter. Penahanan MA mengingatkan sebagian orang dengan aksi-aksi penangkapan di era Orde Baru."

Penghinaan ini bukanlah suatu hal yang istimewa, namun yang menjadikannya istimewa adalah akibat dari perilakunya. Pemenjaraan yang dilakukan oleh Polri menurut saya satu hal yang berlebihan. Apakah mereka sudah tak lagi memiliki cara lain untuk menyelesaikan perkara ini dengan cara yang lebih bijak. Semakin miris saya merasa ketika kemarin saya melihat berita di salah satu stasiun televisi yang memberitakan ibunda dari tersangka sampai bersujud dan menangis memohon ampun pada Bapak Presiden yang katanya pilihan rakyat itu. Apalagi MA (pemuda tukang sate) adalah tulang punggung bagi keluarganya, pastinya sang ibunda penahanan MA adalah satu beban hidup yang sangat berat baginya. Ini adalah salah satu kasus penahanan bullying presiden yang pernah saya lihat yang paling saya sesalkan. Saya memang belum melihat secara langsung gambar seperti apa yang telah ia unggah. Namun terlepas dari itu semua, bukankah sebelum presiden baru kita ini dilantik sudah banyak penghinaan juga yang dilontarkan pada presiden kita yang lama. Dan sejauh ini saya tidak melihat tindakan berlebihan yang dilakukan sampai terjadi penahanan seperti saat ini. 

Sebenarnya saya merasa kasian juga dengan para pemimpin kita yang selalu dihina dan dicaci sekeras apapun kerja yang mereka telah lakukan. Namun bukankah hal ini suatu hal yang biasa. Menyatukan keinginan ratusan juta manusia di Indonesia memang suatu hal yang tidak mudah. Kita doakan saja semoga para pemimpin kita sabar dan bijak menyikapi semua penghinaan dan kritikan yang dilontarkan padanya. Dan semoga presiden kita yang baru juga Tahan Bully :D
#iSam

Jumat, 24 Oktober 2014

Memilih Untuk Istiqomah

rois
Seorang manusia diciptakan Tuhan bersama takdir yang mengirinya berjalan mengakhiri tugas yang disematkan padanya dalam jangka waktu yang telah Tuhan tentukan. Ketika seorang manusia berjalan, dia bukannya tanpa hambatan bukan tanpa kesusahan. Manusia berjalan dan berproses dalam hidup diberikan Tuhan sebuah keistimewaan, yakni PILIHAN. Dia memilih untuk membangkang atau taat, memilih untuk terus mengingat-Nya atau bahkan mengacuhkan-Nya. 

Bagiku, memilih dalam hidup bukanlah suatu hal yang mudah. Terkadang kita sudah menentukan pilihan namun ditengah jalan, ada satu kebimbingan yang menghadang. Disini kita akan bertemu lagi dengan sebuah pilihan, memilih untuk istiqomah atau tidak. Sebuah ujian ataukah peringatan? Semoga Tuhan selalu membimbing kita untuk menentukan pilihan kita dan semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung (Aamiiin...). Dan saat ini aku memilih untuk fokus mencapai mimpiku, bukan mencapai yang lainnya apalagi tentang cinta seperti banyak pesan yang disampaikan ustadz Felix Siauw :D

#iSam

Senin, 11 Agustus 2014

Wakil Jawa Timur ISYF 2014

rois
Assalamu'alaikum.wr.wb..halo para pemuda dan pelajar Ada berita terbaru,salah satu siswa SMA DARUL'ULUM 1 UNGGULAN BPPT JOMBANG Rahmat Wibowo kembali lagi mengharumkan nama Provinsi Jawa Timur,karena telah lolos dalam seleksi lomba ISYF(INDONESIA STUDENT AND YOUTH FORUM) atau FOR Kamipun mewawancari siswa ini yang kerap di sapa bowo tentang perasaannya pada saat mengetahui bahwa ia lolos dalam event ISYF dan ia mengungkapkan semoga ia berhasil dalam tahap berikutnya di jakarta "Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan untuk berkarya dan bisa membawa nama baik almamater Darul'Ulum serta membawa nama Jawa Timur,semoga saya berhasil untuk di jakarta mendatang" ...6 yang akan di selenggrarakan di Jakarta 13 agustus -18 Agustus mendatang.Sungguh prestasi yang luar biasa setelah menyisikan beribu peserta se-Indonesia. Kamipun mewawancari siswa ini yang kerap di sapa bowo tentang perasaannya pada saat mengetahui bahwa ia lolos dalam event ISYF dan ia mengungkapkan semoga ia berhasil dalam tahap berikutnya di jakarta "Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan untuk berkarya dan bisa membawa nama baik almamater Darul'Ulum serta membawa nama Jawa Timur,semoga saya berhasil untuk di jakarta mendatang" ...ujarnya.

Coprights @ 2016, Blogger Template Designed By Templateism | Templatelib